Kita terlalu sering bercerita
Terlalu banyak menghabiskan waktu tanpa makna
Hingga pada akhirnya
Canda yang menjadi alasan tawa dan bahagia
Tiba tiba saja berubah makna
Kamu tak lagi menyenangkan
Aku pun demikian
Kita memang tak sepaham
Tapi aku enggan akan kehilangan
Sepertinya kita sedang kelelahan
Lelah di hajar rindu tak berujung temu
Aku jadi uring-uringan
Kamu pun membisu, tak lagi pandai merayu
Kita hanya butuh jeda, agar tak salah duga
Bahkan kalimat pun butuh spasi, agar mudah dibaca
Biarlah kita saling memperbaiki
Agar ketika kembali
Kita sudah baik baik saja
Tak ada yang salah dengan jarak
Kita hanya butuh sedikit waktu
Untuk menyendiri, merenungi apapun yang sudah terjadi
Bahwa kebersamaan dan kehilangan
Adalah dua hal yang tak mungkin di satukan
Kita hanya perlu saling belajar
Bahwa menghargai setiap hal
Adalah bentuk dari kecintaan
Dan kita hanya perlu mengerti
Bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan
Bagaimana pun bentuk dan wujudnya
Perbedaan akan tetap indah
Jika kita ingin saling mengerti dan memahami
Tak ada hal yang bisa di paksakan
Dan tidak semua keinginan kita bisa tersampaikan
Aku adalah aku
Kamu adalah kamu
Bagaimana pun kita
Kita hanya perlu menyadari bahwa menjadi diri sendiri
Adalah hal yang paling menyenangkan
Dan menghargai bagaimana orang lain
Adalah bentuk sebuah apreasiasi
Semoga jeda ini hanyalah koma
Bukan titik yang mengakhiri
Aku
Masih
Menyayangimu
Dan
Akan
Selalu
Begitu
Selasa, 13 Desember 2016
Selasa, 18 Oktober 2016
Teman Terbaik
Kita tak bertemu kemarin
Kita telah tumbuh bersama
Menghabiskan banyak waktu meski dengan pertemuan seadanya
Tapi percakapan panjang lewat tulisan
Mampu buatku selalu bahagia
Aku tau jalan kita berbeda
Aku mengerti dunia kita tak sama
Dan aku pun menyadari ada banyak hal yang tak bisa kita satukan
Tapi, bukankah berteman tak harus selalu sepikiran?
Bukankah kita bisa saling melengkapi karna perbedaan itu?
Bukankah kita jadi lebih menghargai, bahwa tak semua hal akan sejalan dan bisa di paksakan ?
Aku sekuat tenaga berusaha menjaga pertemanan ini
Berusaha tetap ada dan tak meninggalkan kita
Aku belajar banyak hal darimu
Aku belajar menjadi penyabar
Aku belajar menjadi penyayang
Aku belajar menjaga perasaan
Aku belajar memahami candaan
Dan aku belajar menjadi menyenangkan
Bahkan belajar untuk merawat penampilan
Aku tau dan sadar, ego dan gengsiku tak sama denganmu
Aku terlalu kayu sementara kamu selembut sutra
Aku tak tau, mungkin ada ucapanku yang menggores hatimu
Mungkin ada perlakuanku yang tak menyenangkanmu
Kamu tau aku selalu berterus terang
Tapi maafkan jika memang itu membuatmu bersedih dan kecewa
Maafkan aku yang belum sepenuhnya bisa memahami
Maafkan aku yang belum seutuhnya mengerti
Dan maafkan aku dengan segala ego dan emosi yang masih belum mampu mengimbangi
Bukankah kamu pernah berjanji untuk tidak pergi?
Bukankah kamu selalu bilang sampai kapanpun menjadi teman
Bahkan katamu kita tak akan saling meninggalkan
Aku memang tak bisa mencipta canda dan tawa layaknya kamu
Meski terkadang aku masih bingung dengan candaan itu
Aku memang tak suka menjadi lelucon
Karna aku pun tak mengerti cara mencipta nya
Tapi bukan berarti aku tak bahagia setiap kali kau buat tertawa
Hanya saja, aku tak terlalu menyukainya
Tapi apa kamu pernah bertanya seberapa sayang kah aku padamu?
Seberapa perduli nya aku ?
Mungkin itu tak penting buatmu
Kamu sudah menjadi kesenanganku
Kamu bagaikan hujan yang selalu mampu memberi kedamaian dan mendatangkan keindahan
Kamu adalah semangat setelah keluarga
Kamu sudah menjadi layaknya kopi untukku, membuat candu !
Tetap temani aku layaknya teman
Tetap bersamaku disetiap waktu
Aku memang tidak berhak atas waktu dan hidupmu
Tapi terimakasih karena selalu ada
Terimakasih karena selalu bisa mencipta tawa
Terimakasih atas semangat yang selalu melekat
Terimakasih untuk segalanya
Maaf aku belum bisa jadi teman terbaikmu
18 Oktober 2016
Maaf dan terimakasih
Aku, temanmu
Kita telah tumbuh bersama
Menghabiskan banyak waktu meski dengan pertemuan seadanya
Tapi percakapan panjang lewat tulisan
Mampu buatku selalu bahagia
Aku tau jalan kita berbeda
Aku mengerti dunia kita tak sama
Dan aku pun menyadari ada banyak hal yang tak bisa kita satukan
Tapi, bukankah berteman tak harus selalu sepikiran?
Bukankah kita bisa saling melengkapi karna perbedaan itu?
Bukankah kita jadi lebih menghargai, bahwa tak semua hal akan sejalan dan bisa di paksakan ?
Aku sekuat tenaga berusaha menjaga pertemanan ini
Berusaha tetap ada dan tak meninggalkan kita
Aku belajar banyak hal darimu
Aku belajar menjadi penyabar
Aku belajar menjadi penyayang
Aku belajar menjaga perasaan
Aku belajar memahami candaan
Dan aku belajar menjadi menyenangkan
Bahkan belajar untuk merawat penampilan
Aku tau dan sadar, ego dan gengsiku tak sama denganmu
Aku terlalu kayu sementara kamu selembut sutra
Aku tak tau, mungkin ada ucapanku yang menggores hatimu
Mungkin ada perlakuanku yang tak menyenangkanmu
Kamu tau aku selalu berterus terang
Tapi maafkan jika memang itu membuatmu bersedih dan kecewa
Maafkan aku yang belum sepenuhnya bisa memahami
Maafkan aku yang belum seutuhnya mengerti
Dan maafkan aku dengan segala ego dan emosi yang masih belum mampu mengimbangi
Bukankah kamu pernah berjanji untuk tidak pergi?
Bukankah kamu selalu bilang sampai kapanpun menjadi teman
Bahkan katamu kita tak akan saling meninggalkan
Aku memang tak bisa mencipta canda dan tawa layaknya kamu
Meski terkadang aku masih bingung dengan candaan itu
Aku memang tak suka menjadi lelucon
Karna aku pun tak mengerti cara mencipta nya
Tapi bukan berarti aku tak bahagia setiap kali kau buat tertawa
Hanya saja, aku tak terlalu menyukainya
Tapi apa kamu pernah bertanya seberapa sayang kah aku padamu?
Seberapa perduli nya aku ?
Mungkin itu tak penting buatmu
Kamu sudah menjadi kesenanganku
Kamu bagaikan hujan yang selalu mampu memberi kedamaian dan mendatangkan keindahan
Kamu adalah semangat setelah keluarga
Kamu sudah menjadi layaknya kopi untukku, membuat candu !
Tetap temani aku layaknya teman
Tetap bersamaku disetiap waktu
Aku memang tidak berhak atas waktu dan hidupmu
Tapi terimakasih karena selalu ada
Terimakasih karena selalu bisa mencipta tawa
Terimakasih atas semangat yang selalu melekat
Terimakasih untuk segalanya
Maaf aku belum bisa jadi teman terbaikmu
18 Oktober 2016
Maaf dan terimakasih
Aku, temanmu
Jumat, 16 September 2016
Waktu
Setiap orang yang hadir dalam hidup kita terus datang silih berganti. Setiap dari mereka mengukir cerita yang tentu saja berbeda. Setiap pertemuan akan menjadi kenangan. Setiap perpisahan selalu menyisakan kebahagiaan.
Tak ada yang salah dan benar tentang sebuah pertemuan dan perpisahan. Semua sudah di gariskan oleh Tuhan. Dalam hal ini, kita hanya perlu benar-benar menyadari betapa pentingnya waktu yang sedang berjalan. Karena ketika dia sudah pergi, waktu tak akan pernah kembali. Kita sering lupa, bahwa sedetik saja tak bisa kembali. Lalu, mengapa kita sering mengatakan "seandainya waktu itu, seandainya saat itu, seandainya kemarin, seandainya tadi, dan seandainya-seandainya yang lainnya". Itu adalah wujud nyata dari kita yang kurang menghargai waktu. Karena pabila seseorang yang benar benar menghargai waktunya, dia tak akan pernah menyesal dengan apapun yang sudah berlalu. Jika pun tak sesuai harapannya, setidaknya dia sudah melakukan dan memberikan yang terbaik.
Banyak hal-hal kecil yang sering kita lupakan perihal menghargai waktu. Seperti terlambat ketika sudah membuat janji bertemu atau datang ke suatu tempat, membatalkan pertemuan, atau menyia-nyiakan waktu ketika sudah bertemu. Seperti halnya teman lama atau bahkan teman dalam keseharian yang sedang berkumpul namun lebih mementingkan gadget nya daripada menghabiskan waktu untuk bertukar sapa dan cerita. Ketika waktu berlalu, maka setiap kejadian tak bisa diulang. Jika pun bertemu dengan orang yang sama, namun cerita,suasana dan kenangan yang terekam pasti akan berbeda. Contoh lainnya seperti ketika pengajar atau pembicara dalam sebuah acara sedang menyampaikan berbagai pengalaman dan ilmunya. Namun, kita malah asik sendiri tanpa menyimak apapun yang disampaikan oleh beliau. Maka pertemuan hari itu hanya akan berakhir sia-sia tanpa ada ilmu dan pengalaman baru yang kita bawa. Begitu banyak hal yang sering kita anggap sepele lalu terlupakan. Di lain hal, waktu berkumpul bersama keluarga juga adalah hal paling dirindukan. Namun kebanyakan kita lebih senang menghabiskan waktu diluar yang terkadang hanya untuk hura-hura. Pernahkah kita berfikir bahwa waktu tak menunggu siapapun siap untuk datang dan pergi. Dia bisa saja mengambil kembali orang-orang yang kita sayangi bahkan tanpa disangka-sangka.
Satu hal yang paling penting perihal waktu adalah, ketika kita bertemu pemilik semesta. Sudahkah kita menemuinya di awal waktu? Sudahkah kita mengutamakan Dia daripada hal lainnya? Sudahkah kita mementingkan Dia dari segala hal lain di dunia ini?
Karena waktu tidak menunggu saya, kamu, dan kita semua siap untuk kembali kepadaNya.
Hargailah waktu dengan sebaik-baiknya. Agar waktu yang kita habiskan tak berakhir sia-sia. Namun bisa memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Ini hanya pengingat diri yang selalu lupa menghargai waktu~
Tak ada yang salah dan benar tentang sebuah pertemuan dan perpisahan. Semua sudah di gariskan oleh Tuhan. Dalam hal ini, kita hanya perlu benar-benar menyadari betapa pentingnya waktu yang sedang berjalan. Karena ketika dia sudah pergi, waktu tak akan pernah kembali. Kita sering lupa, bahwa sedetik saja tak bisa kembali. Lalu, mengapa kita sering mengatakan "seandainya waktu itu, seandainya saat itu, seandainya kemarin, seandainya tadi, dan seandainya-seandainya yang lainnya". Itu adalah wujud nyata dari kita yang kurang menghargai waktu. Karena pabila seseorang yang benar benar menghargai waktunya, dia tak akan pernah menyesal dengan apapun yang sudah berlalu. Jika pun tak sesuai harapannya, setidaknya dia sudah melakukan dan memberikan yang terbaik.
Banyak hal-hal kecil yang sering kita lupakan perihal menghargai waktu. Seperti terlambat ketika sudah membuat janji bertemu atau datang ke suatu tempat, membatalkan pertemuan, atau menyia-nyiakan waktu ketika sudah bertemu. Seperti halnya teman lama atau bahkan teman dalam keseharian yang sedang berkumpul namun lebih mementingkan gadget nya daripada menghabiskan waktu untuk bertukar sapa dan cerita. Ketika waktu berlalu, maka setiap kejadian tak bisa diulang. Jika pun bertemu dengan orang yang sama, namun cerita,suasana dan kenangan yang terekam pasti akan berbeda. Contoh lainnya seperti ketika pengajar atau pembicara dalam sebuah acara sedang menyampaikan berbagai pengalaman dan ilmunya. Namun, kita malah asik sendiri tanpa menyimak apapun yang disampaikan oleh beliau. Maka pertemuan hari itu hanya akan berakhir sia-sia tanpa ada ilmu dan pengalaman baru yang kita bawa. Begitu banyak hal yang sering kita anggap sepele lalu terlupakan. Di lain hal, waktu berkumpul bersama keluarga juga adalah hal paling dirindukan. Namun kebanyakan kita lebih senang menghabiskan waktu diluar yang terkadang hanya untuk hura-hura. Pernahkah kita berfikir bahwa waktu tak menunggu siapapun siap untuk datang dan pergi. Dia bisa saja mengambil kembali orang-orang yang kita sayangi bahkan tanpa disangka-sangka.
Satu hal yang paling penting perihal waktu adalah, ketika kita bertemu pemilik semesta. Sudahkah kita menemuinya di awal waktu? Sudahkah kita mengutamakan Dia daripada hal lainnya? Sudahkah kita mementingkan Dia dari segala hal lain di dunia ini?
Karena waktu tidak menunggu saya, kamu, dan kita semua siap untuk kembali kepadaNya.
Hargailah waktu dengan sebaik-baiknya. Agar waktu yang kita habiskan tak berakhir sia-sia. Namun bisa memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Ini hanya pengingat diri yang selalu lupa menghargai waktu~
Senin, 18 Juli 2016
Duhai Hati
Handphoneku berdering
Tertera nomer tak di ketahui di layar
Aku menerima panggilan itu dan masih tak mengenali suara nya
Mungkin karena suara bising kendaraan bermotor di ujung telepon
Sepertinya ia sedang di jalan raya
Setelah ku dengar ia menyebut namaku dan memberitahu namanya
Sontak hatiku berdetak
Kenapa dia menghubungiku? Ada hal penting atau hanya sekedar ingin meminta bantuanku?
Ntahlah setelah ku katakan ada kerjaan yang tak bisa kutinggalkan
Dia menyudahi pembicaraan dan meninggalkan rasa penasaran untukku
Seharusnya aku tak perlu penasaran
Pasti dia menghubungiku karna ada keperluan
Tapi tetap saja, panggilan nya selalu kurindukan
Ntah apa yang membuatku terlalu sulit menyingkirkannya dari ingatan
Tapi yang jelas, dia selalu mampu membuatku tersenyum walau hanya mendengar suaranya
Seketika aku sadar, bahwa khayalku telah terlalu jauh
Aku berbisik pada hati
Heiiiii dia hanya menelponmu bertanya sedang dimana
Tidak menyapa apalagi mengucap rindu
Pun dia tak meminta bertemu
Sadarlah
Berhenti menyakiti hatimu dengan harapan yang kamu ciptakan sendiri
Lupakan harapan-harapan indah yang ada dalam khayalmu
Kamu terlihat begitu bodoh dengan terus mengharapkannya
Sudahlah
Yakini bahwa suatu hari nanti ada seseorang yang mampu mencintaimu lebih dari yang kamu lakukan padanya
Mungkin hari ini dia hanya tak melihat cinta dimatamu yang begitu besar untuknya
Dia hanya tak sadar bahwa ada seseorang yang selalu menyebut namanya dalam sujud panjang
Dia hanya terlalu bodoh menyia-nyiakanmu
Karna nanti akan ada seseorang yang mampu membuatmu melupakannya
Tenanglah
Kuatkan hatimu untuk tidak jatuh dalam cintanya
Tapi jatuhkanlah hatimu pada Dia yang maha Cinta
Kamu akan lihat bagaimana skenario cintaNYA mampu membuatmu terpana
Dengan alur cerita yang tak di sangka-sangka
Jangan biarkan rasa cintamu pada dia membuatmu lupa bahwa ada DIA yang mengatur segalanya
Karena selembar daun kering jatuh pun sudah atas kehendaknya
Maka tetaplah mengetuk pintu langit dalam sujudmu
Agar kehidupan terbaik ada bersamamu
Duhai hati biarlah rindu ini tersimpan rapi
Biarlah rasa ini tumbuh di hati
Biarlah semua terjadi sesuai ketentuanNYA
Semoga semua rasa ini semakin mendekatkanku padaNYA
Agar tak lagi terasa bersedih hati
Segala sesuatu biarlah menjadi rahasiaNYA
Jika sudah waktunya maka ku yakin itulah pilihan terbaik dariNYA
Tertera nomer tak di ketahui di layar
Aku menerima panggilan itu dan masih tak mengenali suara nya
Mungkin karena suara bising kendaraan bermotor di ujung telepon
Sepertinya ia sedang di jalan raya
Setelah ku dengar ia menyebut namaku dan memberitahu namanya
Sontak hatiku berdetak
Kenapa dia menghubungiku? Ada hal penting atau hanya sekedar ingin meminta bantuanku?
Ntahlah setelah ku katakan ada kerjaan yang tak bisa kutinggalkan
Dia menyudahi pembicaraan dan meninggalkan rasa penasaran untukku
Seharusnya aku tak perlu penasaran
Pasti dia menghubungiku karna ada keperluan
Tapi tetap saja, panggilan nya selalu kurindukan
Ntah apa yang membuatku terlalu sulit menyingkirkannya dari ingatan
Tapi yang jelas, dia selalu mampu membuatku tersenyum walau hanya mendengar suaranya
Seketika aku sadar, bahwa khayalku telah terlalu jauh
Aku berbisik pada hati
Heiiiii dia hanya menelponmu bertanya sedang dimana
Tidak menyapa apalagi mengucap rindu
Pun dia tak meminta bertemu
Sadarlah
Berhenti menyakiti hatimu dengan harapan yang kamu ciptakan sendiri
Lupakan harapan-harapan indah yang ada dalam khayalmu
Kamu terlihat begitu bodoh dengan terus mengharapkannya
Sudahlah
Yakini bahwa suatu hari nanti ada seseorang yang mampu mencintaimu lebih dari yang kamu lakukan padanya
Mungkin hari ini dia hanya tak melihat cinta dimatamu yang begitu besar untuknya
Dia hanya tak sadar bahwa ada seseorang yang selalu menyebut namanya dalam sujud panjang
Dia hanya terlalu bodoh menyia-nyiakanmu
Karna nanti akan ada seseorang yang mampu membuatmu melupakannya
Tenanglah
Kuatkan hatimu untuk tidak jatuh dalam cintanya
Tapi jatuhkanlah hatimu pada Dia yang maha Cinta
Kamu akan lihat bagaimana skenario cintaNYA mampu membuatmu terpana
Dengan alur cerita yang tak di sangka-sangka
Jangan biarkan rasa cintamu pada dia membuatmu lupa bahwa ada DIA yang mengatur segalanya
Karena selembar daun kering jatuh pun sudah atas kehendaknya
Maka tetaplah mengetuk pintu langit dalam sujudmu
Agar kehidupan terbaik ada bersamamu
Duhai hati biarlah rindu ini tersimpan rapi
Biarlah rasa ini tumbuh di hati
Biarlah semua terjadi sesuai ketentuanNYA
Semoga semua rasa ini semakin mendekatkanku padaNYA
Agar tak lagi terasa bersedih hati
Segala sesuatu biarlah menjadi rahasiaNYA
Jika sudah waktunya maka ku yakin itulah pilihan terbaik dariNYA
Selasa, 24 Mei 2016
Look at yourself
Hari itu, kau menyalahkan segalanya. Kau bahkan menyalahkan takdir yang tak berpihak padamu. Bagaimana bisa kau melakukan semua itu? Setelah begitu banyak nikmat yang kau dapatkan sebelumnya?
Hidup bukan selalu tentang kesuksesan, kebahagiaan, dan kemudahan. Kau juga perlu merasakan kegagalan, kesedihan, kekecewaan, dan kesusahan. Itu adalah bentuk dari pendewasaan. Agar kamu bisa lebih menghargai setiap hal, sekecil apapun itu dalam hidupmu. Ini adalah perjalanan panjang yang sudah pasti sangat melelahkan. Nikmati sajalah prosesnya, maka kau akan rasakan indahnya manis ketika telah menelan begitu banyak pahit. Kau akan lebih memahami bahwa setiap hal itu bermakna.
Lihatlah jauh kedalam dirimu,
Kenali dirimu jauh lebih baik dari yang orang lain bisa lakukan
Jelajahi potensi yang ada pada dirimu
Sapa dan ajaklah dia keluar untuk bermain
Kamu akan menyadari betapa menyenangkannya dirimu
Kamu sangat mengagumkan
Kamu adalah kebanggaan setiap orang
Bukan hanya sekedar mengeluh dan selalu mengatakan bahwa kau tak sehebat mereka, tak setangguh mereka, dan tak sepintar mereka
Jadilah hebat dengan caramu sendiri
Jadilah kuat dengan tekat dan semangat
Jadilah berarti bagi setiap orang yang ada disisi
Jangan pernah jadikan kegagalan sebagai alasan untuk berpangku diri
Tapi cobalah untuk memperbaiki
Kamu akan lebih baik ketika mampu membaca situasi dan mencari solusi
Pernah ada pernyataan yang menyebutkan "habiskanlah jatah gagalmu semasa muda"
Menurutku pernyataan itu sedikit benar
Karna apa? Karna agar ketika kau tua nanti hidupmu sudah dalam kesuksesan
Gagal lah untuk sesuatu yang berarti, dan jangan lupa caranya untuk bangkit kembali
Karna ketika kau terlalu menikmatinya, kau akan menganggap dirimu hanyalah korban
Korban ketidakadilan hidup yang kau maknai sendiri
Korban ketidakberuntungan, bahkan korban kecurangan orang-orang diluar sana yang sebenarnya hanya keputusasaan dari sikap membela diri yang tak ingin memperbaiki
Fokuslah pada dirimu untuk terus menjadi lebih baik
Jangan pernah menyalahkan siapapun atas kegagalanmu
Tapi salahkanlah dirimu terlebih dulu
Apa yang telah kau lakukan, dan apa yang belum sempat kau lalukan
Boleh jadi, kegagalanmu ada pada dirimu sendiri yang selalu lupa bagaimana caranya bersyukur atau bagaimana caranya berbagi atau bahkan, kau telah lupa bagaimana memperlakukan ibu bapakmu dengan baik
Bahkan terkadang tutur kata pun bisa menjadikan seseorang gagal
Kenapa bisa seperti itu?
Tentu saja bisa
Ketika kamu sering mengatakan kegagalan untuk orang lain, ketika ucapanmu masih menyakiti hati orang lain, ketika tak satupun kalimat dari mulutmu yang dapat menyenangkan hati orang lain, maka percayalah tak akan ada kalimat yang baik diberikan untukmu
Bukankah setiap perkataan adalah do'a?
"Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum apabila kaum tersebut tidak berusaha mengubahnya"
Berarti disini dimaksud bahwa ikhtiar sangatlah penting
Namun, bagaimana ketika kita sudah berusaha dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh tapi tak pernah meraih hasilnya?
Sederhana saja, boleh jadi sesuatu yang kau sukai tidak baik untukmu dan boleh jadi sesuatu yang kau benci adalah baik bagimu
Maka dari itu, bersabarlah
ALLAH pasti sedang menyusun skenario terbaik dalam hidupmu
Kau akan meraih manis dari buah kesabaran yang kau anggap begitu pahit
Berdo'alah
Karna setiap do'a yang diminta dengan ketulusan pasti akan mendapat jawaban
Jangan lupa 'berkaca' diri
Agar kau temukan kelebihan dan kekuranganmu
Ketika kau sudah mendapatkannya
Maka jalan satu satu nya adalah tidak akan pernah menyerah
Lakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri
Agar orang lain juga merasakan kebaikan itu
Hidup bukan selalu tentang kesuksesan, kebahagiaan, dan kemudahan. Kau juga perlu merasakan kegagalan, kesedihan, kekecewaan, dan kesusahan. Itu adalah bentuk dari pendewasaan. Agar kamu bisa lebih menghargai setiap hal, sekecil apapun itu dalam hidupmu. Ini adalah perjalanan panjang yang sudah pasti sangat melelahkan. Nikmati sajalah prosesnya, maka kau akan rasakan indahnya manis ketika telah menelan begitu banyak pahit. Kau akan lebih memahami bahwa setiap hal itu bermakna.
Lihatlah jauh kedalam dirimu,
Kenali dirimu jauh lebih baik dari yang orang lain bisa lakukan
Jelajahi potensi yang ada pada dirimu
Sapa dan ajaklah dia keluar untuk bermain
Kamu akan menyadari betapa menyenangkannya dirimu
Kamu sangat mengagumkan
Kamu adalah kebanggaan setiap orang
Bukan hanya sekedar mengeluh dan selalu mengatakan bahwa kau tak sehebat mereka, tak setangguh mereka, dan tak sepintar mereka
Jadilah hebat dengan caramu sendiri
Jadilah kuat dengan tekat dan semangat
Jadilah berarti bagi setiap orang yang ada disisi
Jangan pernah jadikan kegagalan sebagai alasan untuk berpangku diri
Tapi cobalah untuk memperbaiki
Kamu akan lebih baik ketika mampu membaca situasi dan mencari solusi
Pernah ada pernyataan yang menyebutkan "habiskanlah jatah gagalmu semasa muda"
Menurutku pernyataan itu sedikit benar
Karna apa? Karna agar ketika kau tua nanti hidupmu sudah dalam kesuksesan
Gagal lah untuk sesuatu yang berarti, dan jangan lupa caranya untuk bangkit kembali
Karna ketika kau terlalu menikmatinya, kau akan menganggap dirimu hanyalah korban
Korban ketidakadilan hidup yang kau maknai sendiri
Korban ketidakberuntungan, bahkan korban kecurangan orang-orang diluar sana yang sebenarnya hanya keputusasaan dari sikap membela diri yang tak ingin memperbaiki
Fokuslah pada dirimu untuk terus menjadi lebih baik
Jangan pernah menyalahkan siapapun atas kegagalanmu
Tapi salahkanlah dirimu terlebih dulu
Apa yang telah kau lakukan, dan apa yang belum sempat kau lalukan
Boleh jadi, kegagalanmu ada pada dirimu sendiri yang selalu lupa bagaimana caranya bersyukur atau bagaimana caranya berbagi atau bahkan, kau telah lupa bagaimana memperlakukan ibu bapakmu dengan baik
Bahkan terkadang tutur kata pun bisa menjadikan seseorang gagal
Kenapa bisa seperti itu?
Tentu saja bisa
Ketika kamu sering mengatakan kegagalan untuk orang lain, ketika ucapanmu masih menyakiti hati orang lain, ketika tak satupun kalimat dari mulutmu yang dapat menyenangkan hati orang lain, maka percayalah tak akan ada kalimat yang baik diberikan untukmu
Bukankah setiap perkataan adalah do'a?
"Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum apabila kaum tersebut tidak berusaha mengubahnya"
Berarti disini dimaksud bahwa ikhtiar sangatlah penting
Namun, bagaimana ketika kita sudah berusaha dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh tapi tak pernah meraih hasilnya?
Sederhana saja, boleh jadi sesuatu yang kau sukai tidak baik untukmu dan boleh jadi sesuatu yang kau benci adalah baik bagimu
Maka dari itu, bersabarlah
ALLAH pasti sedang menyusun skenario terbaik dalam hidupmu
Kau akan meraih manis dari buah kesabaran yang kau anggap begitu pahit
Berdo'alah
Karna setiap do'a yang diminta dengan ketulusan pasti akan mendapat jawaban
Jangan lupa 'berkaca' diri
Agar kau temukan kelebihan dan kekuranganmu
Ketika kau sudah mendapatkannya
Maka jalan satu satu nya adalah tidak akan pernah menyerah
Lakukan yang terbaik untuk dirimu sendiri
Agar orang lain juga merasakan kebaikan itu
Senin, 23 Mei 2016
Rindu
Perasaan hadir tanpa pernah diminta
Tanpa tau kepada siapa dan bagaimana caranya
Setiap manusia memiliki rasa, hanya yang sudah tak lagi bernyawa saja diam tak merasa
Di sudut sana, kulihat begitu banyak pasang mata beradu tatap
Mereka saling menyapa bahkan bercanda tawa
Di sudut yang lain, kulihat sebuah meja bermuram durja
Bukan mejanya, tapi pemilik kursinya yang sedang tak bahagia
Ia seperti di rundung pilu yang kian menyiksa
Ntah apa yang sedang dirasa
Sepertinya ia merindu sesosok jiwa di sudut kota
Jarak sedang bercanda dan waktu pun seolah tak membelanya
Mereka begitu sulit bertemu
Bahkan hanya untuk sekedar bertukar sapa
Apakah sesulit ini mempertahankan rasa?
Disaat hati kian membara mengobarkan api rindunya
Disaat itu pulalah ia tersadar bahwa mereka bukanlah siapa siapa
Bagaimana bisa merindu, ketika ia bahkan tidak tau perihal perasaanmu?
Ahh jangan terlalu banyak bergurau
Sudahlah, lupakan saja dia
Hiduplah sebagaimana mestinya,
mencintai yang mencintaimu
Dan merindukan yang sudah menjadi milikmu
Lalu, apakah kau lupa dengan kalimat di awal tadi?
Bahkan diriku tak pernah meminta untuk siapa aku merindu dan kepada siapa aku mencinta
Ini hanyalah perihal rasa, yang kurasa terlalu sulit untuk mencari tau akhir kisahnya
Nikmati sajalah, ia pun kan bahagia pada waktunya
Meski mungkin tak bersama seorang yang selalu di dambakannya
Tapi percayalah, bagaimana pun akhirnya ku yakin kan bahagia
Semesta telah merencanakannya, dan biarkan ia menjalankan perannya
Perihal rindu, bagaimana aku harus menjelaskannya?
Karna ini pun tentang rasa yang tak butuh penjelasan
Hari itu, batinku berdebat hebat dalam percakapan panjang tak berujung pertemuan
Dan aku ...
Masih saja merindu
Tanpa tau kepada siapa dan bagaimana caranya
Setiap manusia memiliki rasa, hanya yang sudah tak lagi bernyawa saja diam tak merasa
Di sudut sana, kulihat begitu banyak pasang mata beradu tatap
Mereka saling menyapa bahkan bercanda tawa
Di sudut yang lain, kulihat sebuah meja bermuram durja
Bukan mejanya, tapi pemilik kursinya yang sedang tak bahagia
Ia seperti di rundung pilu yang kian menyiksa
Ntah apa yang sedang dirasa
Sepertinya ia merindu sesosok jiwa di sudut kota
Jarak sedang bercanda dan waktu pun seolah tak membelanya
Mereka begitu sulit bertemu
Bahkan hanya untuk sekedar bertukar sapa
Apakah sesulit ini mempertahankan rasa?
Disaat hati kian membara mengobarkan api rindunya
Disaat itu pulalah ia tersadar bahwa mereka bukanlah siapa siapa
Bagaimana bisa merindu, ketika ia bahkan tidak tau perihal perasaanmu?
Ahh jangan terlalu banyak bergurau
Sudahlah, lupakan saja dia
Hiduplah sebagaimana mestinya,
mencintai yang mencintaimu
Dan merindukan yang sudah menjadi milikmu
Lalu, apakah kau lupa dengan kalimat di awal tadi?
Bahkan diriku tak pernah meminta untuk siapa aku merindu dan kepada siapa aku mencinta
Ini hanyalah perihal rasa, yang kurasa terlalu sulit untuk mencari tau akhir kisahnya
Nikmati sajalah, ia pun kan bahagia pada waktunya
Meski mungkin tak bersama seorang yang selalu di dambakannya
Tapi percayalah, bagaimana pun akhirnya ku yakin kan bahagia
Semesta telah merencanakannya, dan biarkan ia menjalankan perannya
Perihal rindu, bagaimana aku harus menjelaskannya?
Karna ini pun tentang rasa yang tak butuh penjelasan
Hari itu, batinku berdebat hebat dalam percakapan panjang tak berujung pertemuan
Dan aku ...
Masih saja merindu
Senin, 28 Maret 2016
Pemilik Cinta
Ketika kamu mencintai makhluk karena kesempurnaan fisiknya, hartanya, atau bahkan jabatannya. Bagaimana caramu mencintai-Nya yang bahkan kau tak bisa melihat wujudnya?
Cinta bukan tentang mencari kesempurnaan atau menilai kekurangan. Tapi tentang ketulusan, rasa, dan keyakinan. Bahwa cinta yang hakiki bukan dilihat dari parasnya, karena kita tahu bahwa kecantikan rupa akan sirna pada masanya. Cinta bukan tentang keegoisan ingin dipahami dan dimengerti, tapi tentang ketulusan untuk terus memberikan dan melakukan yang terbaik. Cinta bukan tentang perasaan sesaat yang hadir hanya karena perlakuan baik seseorang, tapi tentang rasa yang hadir tanpa perlu penjelasan. Rasa itu akan terus hidup dalam hatimu ketika kamu benar-benar mencintai-Nya. Cinta bukan tentang angan-angan atau halusinasi yang bisa hilang begitu saja. Tapi, cinta adalah tentang keyakinan bahwa mencintai tak harus melihat wujud nyata diri-Nya. Karena keyakinanmu, Dia ada dalam hatimu dan selalu dekat denganmu.
Setiap hati memiliki rasa yang tak mampu tersampaikan. Ia hanya bisa terdiam dan memendam. Menikmati setiap rindu yang hanya mampu di sampaikan lewat kata-kata. Aku terdiam bisu, sampai kapankah perasaan ini mampu bertahta di hatiku? Bahkan ketika wujudnya tak mampu ku tatap dengan pasti. Tapi, aku percaya bahwa cinta bukan ketika kau melihat bagaimana wujudnya, bukan saat kau mendengar rayuan manisnya, atau bahkan bukan karena caranya memperlalukan kamu dengan nyata. Cinta itu tentang rasa dan keyakinan. Ketika kamu merasakan Dia dalam hatimu dan meyakinkan hal itu benar adanya, kau akan rasakan betapa indahnya mencintai tanpa alasan. Karena kamu percaya, bahwa Dia-lah pemilik cinta.
Pantaskah kita mencintai makhluk dengan sepenuh jiwa raga, bahkan mengorbankan diri sendiri hanya untuk mendapatkan cintanya ? Apakah kita lupa bahwa pemilik cinta yang sesungguhnya adalah Dia? Bagaimana bisa kita berharap pada ciptaan-Nya sedalam itu? Dia telah mengatur segalanya, percayalah bahwa cintamu sudah di tentukan oleh-Nya. Kadang kita lupa, terlalu lelah berjuang untuk seseorang yang kita cintai hanya untuk mendapatkan hatinya yang bahkan tak sedikitpun melihat perjuangan itu. Padahal, ketika kita berjuang untuk mengejar cinta dari-Nya maka cintamu akan hadir tepat pada waktunya dengan cara yang sangat mengagumkan.
Cinta itu sederhana. Hanya antara sujud beralaskan sajadah. Kamu menceritakan isi hatimu pada-Nya lalu kamu dapatkan ketenangan di dalamnya. Karena sejatinya, cinta itu membahagiakan. Bukan membuatmu bersedih, dan berharap terlalu banyak untuk pengharapan yang sia-sia. Cukuplah pengharapanmu pada Sang Pemilik Cinta. Karena Dia-lah yang sudah menentukan segalanya. Teruslah memohon pada-Nya untuk kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ketika kamu tidak dapatkan cinta di dunia, maka percayalah cintamu sedang menanti di surga.
Pernahkah kamu berfikir tentang cinta-Nya yang begitu besar untukmu? Ketika kamu masih melakukan begitu banyak dosa dan kesalahan, Dia masih memelukmu dalam setiap do'a-do'a yang kau pinta lalu mengabulkannya. Tidak merasa malu kah kita melihat cinta yang begitu besar dari-Nya tanpa pernah berfikir untuk mencintai-Nya lebih besar lagi? Dia selalu ada bersamamu, di dalam kesedihan maupun kebahagiaan. Di dalam musibah ataupun kenikmatan, kehidupan dan kematian ada pada-Nya. Lalu, sesombong itukah kita kepada-Nya? Hanya datang ketika memohon pertolongan, lalu pergi dan melupakan ketika kenikmatan menghampiri. Jangan lupa bersyukur, bahwa di dunia ini masih ada cinta luar biasa yang tidak bisa dijelaskan dengan segala bentuk prosa namun begitu bermakna ketika kau mampu merasakannya. Cinta Rabb-mu adalah segalanya. Dia-lah pemilik cinta sesungguhnya. Berhenti berfikir dan bersedih bahwa kamu kesepian hanya karena tidak ada cinta dari seorang makhluk. Tapi, bersedihlah ketika kamu tidak mampu mencintai-Nya dan tidak merasakan cinta yang begitu besar dari-Nya untukmu.
Cinta adalah anugerah. Ia suci dalam kelembutan. Ketika kamu mampu menodai cinta dengan kemunafikan, pengkhianatan, kelalaian, kemaksiatan, dan kesombongan. Maka itu bukanlah cinta, tapi hanya ambisi. Pencitraan untuk mendapatkan pengakuan bahwa kau benar-benar mencintai. Karena cinta adalah menjaga. Kamu akan takut melupakan Rabb-mu ketika kamu mencintai-Nya, kamu akan menjaga waktu shalatmu ketika kamu benar-benar mencintai-Nya, kamu akan menjaga perilakumu jika memang benar kamu mencintai-Nya, dan kamu tidak akan pernah mengecewakan-Nya dengan pengkhiatan dan dusta jika benar Dia-lah cintamu. Perintah dan larangan-Nya adalah pedoman hidupmu, itulah bukti cinta sesungguhnya kepada Rabb-mu.
Lakukan yang terbaik dalam hidup, jangan pernah lupa untuk bersyukur. Mencintai dengan ketulusan, rasa, dan keyakinan. Cintai dirimu dan Rabb-mu maka kamu akan selalu menghargai kehidupanmu.
Senin, 29 Februari 2016
Untuk-Mu
UntukMu yang selalu berada dekat di nadiku
UntukMu yang selalu mendengar keluh kesahku
UntukMu yang tak pernah pergi walau sedetikpun
UntukMu yang mengetahui isi hatiku
UntukMu yang selalu membelaiku dengan ketenangan
Teruntuk diriMu yang Maha Agung
Hidup dan matiku hanya untukMu
Engkau yang Maha Kaya
Tidaklah mungkin aku akan merasa miskin
Engkau mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi
Maka apa yang harus aku risaukan?
Meski aku hanyalah hamba yang tak luput dari khilaf dan dosa
Maafkan aku yang terkadang masih melupakanMu
Maafkan aku yang masih sering melalaikan perintahMu
Maafkan aku yang masih sering tergelincir dalam pelbagai kesalahan
Maafkan aku yang belum sepenuhnya mencintaiMu
Tapi izinkanlah aku, untuk terus memperbaiki diri
Izinkanlah aku untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain
Izinkanlah aku meningkatkan rasa cintaku padaMu dengan ketakwaanku
Izinkanlah aku memahami kalam-kalamMu
Izinkanlah aku mengamalkan segala firman dan sunnah RasulMu
Izinkanlah aku hijrah untuk kembali kepadaMu
Biarkanlah rindu ini terus tumbuh dihatiku
Biarkanlah penantian ini berakhir bahagia
Biarkanlah perjalanan ini menuai banyak cerita
Biarkanlah jiwa dan raga ini senantiasa bersujud kepadaMu
Biarkanlah aku merindukanMu dalam perbaikan diri yang lebih baik
Biarkanlah aku menunggu sementara terus mencari ilmu sampai waktu itu bertemu
Jadikanlah aku hamba yang bersahaja
Yang tak lupa menginfakkan harta untuk sesama
Yang selalu memberi dan berbagi
Yang tetap sabar di kala emosi menyambar
Yang tetap tulus meskipun yang lainnya hanya modus
Yang tetap ikhlas meski tak semuanya selaras
Yang tetap berbakti mesti dicaci
Yang tetap tawakal meski hampir kehilangan akal
Yang selalu bersujud padaMu dan tetap berada di jalanMu hingga kita bertemu
Agar ketika waktunya tiba
Aku kembali dalam keadaan bahagia dengan rasa cinta dan rindu luar biasa kepada Rabbku
UntukMu yang selalu mendengar keluh kesahku
UntukMu yang tak pernah pergi walau sedetikpun
UntukMu yang mengetahui isi hatiku
UntukMu yang selalu membelaiku dengan ketenangan
Teruntuk diriMu yang Maha Agung
Hidup dan matiku hanya untukMu
Engkau yang Maha Kaya
Tidaklah mungkin aku akan merasa miskin
Engkau mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi
Maka apa yang harus aku risaukan?
Meski aku hanyalah hamba yang tak luput dari khilaf dan dosa
Maafkan aku yang terkadang masih melupakanMu
Maafkan aku yang masih sering melalaikan perintahMu
Maafkan aku yang masih sering tergelincir dalam pelbagai kesalahan
Maafkan aku yang belum sepenuhnya mencintaiMu
Tapi izinkanlah aku, untuk terus memperbaiki diri
Izinkanlah aku untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain
Izinkanlah aku meningkatkan rasa cintaku padaMu dengan ketakwaanku
Izinkanlah aku memahami kalam-kalamMu
Izinkanlah aku mengamalkan segala firman dan sunnah RasulMu
Izinkanlah aku hijrah untuk kembali kepadaMu
Biarkanlah rindu ini terus tumbuh dihatiku
Biarkanlah penantian ini berakhir bahagia
Biarkanlah perjalanan ini menuai banyak cerita
Biarkanlah jiwa dan raga ini senantiasa bersujud kepadaMu
Biarkanlah aku merindukanMu dalam perbaikan diri yang lebih baik
Biarkanlah aku menunggu sementara terus mencari ilmu sampai waktu itu bertemu
Jadikanlah aku hamba yang bersahaja
Yang tak lupa menginfakkan harta untuk sesama
Yang selalu memberi dan berbagi
Yang tetap sabar di kala emosi menyambar
Yang tetap tulus meskipun yang lainnya hanya modus
Yang tetap ikhlas meski tak semuanya selaras
Yang tetap berbakti mesti dicaci
Yang tetap tawakal meski hampir kehilangan akal
Yang selalu bersujud padaMu dan tetap berada di jalanMu hingga kita bertemu
Agar ketika waktunya tiba
Aku kembali dalam keadaan bahagia dengan rasa cinta dan rindu luar biasa kepada Rabbku
Jumat, 19 Februari 2016
Bahagia itu Sederhana
Setiap orang memiliki makna tersendiri mengenai bahagia. Ada yang menganggap bahagia adalah ketika kita memiliki banyak harta dan kekayaan, karna kita memiliki pasangan yang cantik atau tampan, memiliki jabatan tertinggi di suatu perusahaan atau pemerintahan, memiliki keluarga yang harmonis, dan bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan. Mungkin beberapa hal diatas adalah benar. Tapi menurut saya, bahagia itu sederhana saja. Di awali dengan senyum ketika bangun di pagi hari, maka kita akan bahagia sepanjang hari.
Terkadang kita lupa, bahwa bahagia adalah kita yang menciptakan nya sendiri. Ketika kita merasa kurang beruntung lahir di keluarga yang broken home, seharusnya ada hal baik yang harus kita sadari dan syukuri. Bahwa kita masih di lahirkan dengan adanya sosok ibu dan ayah. Meskipun mereka telah berpisah, itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk marah dan menyesali kehidupan. Lalu, pergi dengan kegelisahan dan kebencian mendalam hanya untuk mencari kebahagiaan. Padahal bahagia itu ada di diri kita sendiri. Ketika kita memaafkan keputusan orang tua berpisah, dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya bahkan terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik, itu adalah cara paling tepat untuk menyenangkan hati dan pikiran kita. Memaafkan bukanlah tentang siapa yang benar atau siapa yang salah, tapi kita berhak mendapatkan kedamaian untuk hati kita sendiri. Banyak kejadian di luar sana, atau bahkan orang-orang terdekat kita yang salah arah dan tujuan nya hanya karena menganggap ia adalah korban broken home, keluarga berantakan dan tidak mendapat kasih sayang yang berkecukupan, lalu bertindak bodoh hanya untuk kesenangan sesaat yang di anggapnya adalah kebahagiaan. Seperti mabuk-mabukan, ugal-ugalan di jalanan, dugem, dan melupakan masa depan nya.
Sama hal nya ketika kita tak seberuntung teman atau tetangga yang mobilnya terparkir mewah di halaman rumah. Kita tak perlu mengeluh atas apa yang kita miliki, meski itu hanya sederhana. Sesederhana motor tua yang setiap kali berjalan hanya ratusan kilometer sudah harus mogok di tengah jalan. Kita juga masih harus tersenyum dengan hal itu. Karena apa? Karena seharusnya kita masih bisa bersyukur atas nikmat yang sudah ALLAH berikan. Sekecil apapun nikmat itu di mata kita. Jangan terlalu sering melihat apa yang dimiliki orang lain dan melupakan apa yang sudah kita miliki. Mungkin kita berfikir, yang kita miliki tidaklah semenarik milik orang lain. Tapi sadarkah kita? Ketika kita menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi milik kita, dan membiarkannya begitu saja. Jangan salahkan siapapun ketika apa yang kita miliki telah hilang. Boleh jadi karena di ambil orang atau kembali kepada sang Pencipta.
Hidup bukan tentang terus-menerus mengejar duniawi untuk mendapatkan kemewahan berlimpah, tapi bagaimana kita mampu menikmati hidup dengan cara sederhana tapi berbekal makna dan tujuan sebenarnya untuk tabungan ke akhirat. Agar ketika kita berpulang kepada Yang Maha Kuasa, tidak ada penyesalan yang tertinggal. Karena kita sudah hidup sebaik-baiknya. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, belajarlah untuk lebih bersyukur atas kehidupan ini bagaimana pun keadaanmu. Karena ALLAH punya rencana yang lebih indah. Bersabarlah, maka kau akan rasakan manis nya buah dari kesabaran.
Berawal dari hal terkecil yang bisa kamu lakukan untuk kebahagiaan hidupmu adalah tersenyum. Cintai dirimu dan hidupmu, maka kau akan lebih menghargai kehidupan. Tidak ada yang salah dari apapun yang terjadi dalam hidup, karena semua memberikan pelajarannya masing-masing. Kesedihan, kekecewaan, pengkhianatan, cinta terpendam, kesusahan, kebahagiaan, pengorbanan, dan perjuangan, atau apapun hal lain yang sedang atau sudah kau rasakan adalah bentuk dari sebuah pendewasaan. Itu adalah cara untukmu berfikir, bahwa ALLAH memberikan nikmat untukmu bersyukur dan memberikan cobaan untukmu selalu memohon dan mendekatkan diri padaNya. Cukuplah ALLAH sebagai penolong dan pengharapanmu. Mintalah hanya kepada-Nya dan mohon ampunlah atas segala dosa yang mungkin saja pernah kau lakukan.
"Hai orang-orang beriman mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat" (Q.S Al-baqarah: 153)
Jadi, bahagia itu sederhana saja. Cukup tersenyum, bersyukur, sabar, dan shalat. Mungkin terlihat sulit karena kita tidak melakukannya. Tapi, berhentilah berfikir bahwa kamu tidak bahagia. Lakukan yang semestinya, maka bahagia itu sangatlah sederhana.
Terkadang kita lupa, bahwa bahagia adalah kita yang menciptakan nya sendiri. Ketika kita merasa kurang beruntung lahir di keluarga yang broken home, seharusnya ada hal baik yang harus kita sadari dan syukuri. Bahwa kita masih di lahirkan dengan adanya sosok ibu dan ayah. Meskipun mereka telah berpisah, itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk marah dan menyesali kehidupan. Lalu, pergi dengan kegelisahan dan kebencian mendalam hanya untuk mencari kebahagiaan. Padahal bahagia itu ada di diri kita sendiri. Ketika kita memaafkan keputusan orang tua berpisah, dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya bahkan terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik, itu adalah cara paling tepat untuk menyenangkan hati dan pikiran kita. Memaafkan bukanlah tentang siapa yang benar atau siapa yang salah, tapi kita berhak mendapatkan kedamaian untuk hati kita sendiri. Banyak kejadian di luar sana, atau bahkan orang-orang terdekat kita yang salah arah dan tujuan nya hanya karena menganggap ia adalah korban broken home, keluarga berantakan dan tidak mendapat kasih sayang yang berkecukupan, lalu bertindak bodoh hanya untuk kesenangan sesaat yang di anggapnya adalah kebahagiaan. Seperti mabuk-mabukan, ugal-ugalan di jalanan, dugem, dan melupakan masa depan nya.
Sama hal nya ketika kita tak seberuntung teman atau tetangga yang mobilnya terparkir mewah di halaman rumah. Kita tak perlu mengeluh atas apa yang kita miliki, meski itu hanya sederhana. Sesederhana motor tua yang setiap kali berjalan hanya ratusan kilometer sudah harus mogok di tengah jalan. Kita juga masih harus tersenyum dengan hal itu. Karena apa? Karena seharusnya kita masih bisa bersyukur atas nikmat yang sudah ALLAH berikan. Sekecil apapun nikmat itu di mata kita. Jangan terlalu sering melihat apa yang dimiliki orang lain dan melupakan apa yang sudah kita miliki. Mungkin kita berfikir, yang kita miliki tidaklah semenarik milik orang lain. Tapi sadarkah kita? Ketika kita menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi milik kita, dan membiarkannya begitu saja. Jangan salahkan siapapun ketika apa yang kita miliki telah hilang. Boleh jadi karena di ambil orang atau kembali kepada sang Pencipta.
Hidup bukan tentang terus-menerus mengejar duniawi untuk mendapatkan kemewahan berlimpah, tapi bagaimana kita mampu menikmati hidup dengan cara sederhana tapi berbekal makna dan tujuan sebenarnya untuk tabungan ke akhirat. Agar ketika kita berpulang kepada Yang Maha Kuasa, tidak ada penyesalan yang tertinggal. Karena kita sudah hidup sebaik-baiknya. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, belajarlah untuk lebih bersyukur atas kehidupan ini bagaimana pun keadaanmu. Karena ALLAH punya rencana yang lebih indah. Bersabarlah, maka kau akan rasakan manis nya buah dari kesabaran.
Berawal dari hal terkecil yang bisa kamu lakukan untuk kebahagiaan hidupmu adalah tersenyum. Cintai dirimu dan hidupmu, maka kau akan lebih menghargai kehidupan. Tidak ada yang salah dari apapun yang terjadi dalam hidup, karena semua memberikan pelajarannya masing-masing. Kesedihan, kekecewaan, pengkhianatan, cinta terpendam, kesusahan, kebahagiaan, pengorbanan, dan perjuangan, atau apapun hal lain yang sedang atau sudah kau rasakan adalah bentuk dari sebuah pendewasaan. Itu adalah cara untukmu berfikir, bahwa ALLAH memberikan nikmat untukmu bersyukur dan memberikan cobaan untukmu selalu memohon dan mendekatkan diri padaNya. Cukuplah ALLAH sebagai penolong dan pengharapanmu. Mintalah hanya kepada-Nya dan mohon ampunlah atas segala dosa yang mungkin saja pernah kau lakukan.
"Hai orang-orang beriman mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat" (Q.S Al-baqarah: 153)
Jadi, bahagia itu sederhana saja. Cukup tersenyum, bersyukur, sabar, dan shalat. Mungkin terlihat sulit karena kita tidak melakukannya. Tapi, berhentilah berfikir bahwa kamu tidak bahagia. Lakukan yang semestinya, maka bahagia itu sangatlah sederhana.
Langganan:
Postingan (Atom)