Senin, 29 Februari 2016

Untuk-Mu

UntukMu yang selalu berada dekat di nadiku

UntukMu yang selalu mendengar keluh kesahku

UntukMu yang tak pernah pergi walau sedetikpun

UntukMu yang mengetahui isi hatiku

UntukMu yang selalu membelaiku dengan ketenangan



Teruntuk diriMu yang Maha Agung
Hidup dan matiku hanya untukMu

Engkau yang Maha Kaya
Tidaklah mungkin aku akan merasa miskin

Engkau mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi
Maka apa yang harus aku risaukan?

Meski aku hanyalah hamba yang tak luput dari khilaf dan dosa



Maafkan aku yang terkadang masih melupakanMu

Maafkan aku yang masih sering melalaikan perintahMu

Maafkan aku yang masih sering tergelincir dalam pelbagai kesalahan

Maafkan aku yang belum sepenuhnya mencintaiMu



Tapi izinkanlah aku, untuk terus memperbaiki diri

Izinkanlah aku untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain

Izinkanlah aku meningkatkan rasa cintaku padaMu dengan ketakwaanku

Izinkanlah aku memahami kalam-kalamMu

Izinkanlah aku mengamalkan segala firman dan sunnah RasulMu

Izinkanlah aku hijrah untuk kembali kepadaMu



Biarkanlah rindu ini terus tumbuh dihatiku

Biarkanlah penantian ini berakhir bahagia

Biarkanlah perjalanan ini menuai banyak cerita

Biarkanlah jiwa dan raga ini senantiasa bersujud kepadaMu

Biarkanlah aku merindukanMu dalam perbaikan diri yang lebih baik

Biarkanlah aku menunggu sementara terus mencari ilmu sampai waktu itu bertemu



Jadikanlah aku hamba yang bersahaja

Yang tak lupa menginfakkan harta untuk sesama

Yang selalu memberi dan berbagi

Yang tetap sabar di kala emosi menyambar

Yang tetap tulus meskipun yang lainnya hanya modus

Yang tetap ikhlas meski tak semuanya selaras

Yang tetap berbakti mesti dicaci

Yang tetap tawakal meski hampir kehilangan akal

Yang selalu bersujud padaMu dan tetap berada di jalanMu hingga kita bertemu



Agar ketika waktunya tiba
Aku kembali dalam keadaan bahagia dengan rasa cinta dan rindu luar biasa kepada Rabbku

Jumat, 19 Februari 2016

Bahagia itu Sederhana

     Setiap orang memiliki makna tersendiri mengenai bahagia. Ada yang menganggap bahagia adalah ketika kita memiliki banyak harta dan kekayaan, karna kita memiliki pasangan yang cantik atau tampan, memiliki jabatan tertinggi di suatu perusahaan atau pemerintahan, memiliki keluarga yang harmonis, dan bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan. Mungkin beberapa hal diatas adalah benar. Tapi menurut saya, bahagia itu sederhana saja. Di awali dengan senyum ketika bangun di pagi hari, maka kita akan bahagia sepanjang hari.
     Terkadang kita lupa, bahwa bahagia adalah kita yang menciptakan nya sendiri. Ketika kita merasa kurang beruntung lahir di keluarga yang broken home, seharusnya ada hal baik yang harus kita sadari dan syukuri. Bahwa kita masih di lahirkan dengan adanya sosok ibu dan ayah. Meskipun mereka telah berpisah, itu seharusnya tidak menjadi alasan untuk marah dan menyesali kehidupan. Lalu, pergi dengan kegelisahan dan kebencian mendalam hanya untuk mencari kebahagiaan. Padahal bahagia itu ada di diri kita sendiri. Ketika kita memaafkan keputusan orang tua berpisah, dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya bahkan terus berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik, itu adalah cara paling tepat untuk menyenangkan hati dan pikiran kita. Memaafkan bukanlah tentang siapa yang benar atau siapa yang salah, tapi kita berhak mendapatkan kedamaian untuk hati kita sendiri. Banyak kejadian di luar sana, atau bahkan orang-orang terdekat kita yang salah arah dan tujuan nya hanya karena menganggap ia adalah korban broken home, keluarga berantakan dan tidak mendapat kasih sayang yang berkecukupan, lalu bertindak bodoh hanya untuk kesenangan sesaat yang di anggapnya adalah kebahagiaan. Seperti mabuk-mabukan, ugal-ugalan di jalanan, dugem, dan melupakan masa depan nya.
     Sama hal nya ketika kita tak seberuntung teman atau tetangga yang mobilnya terparkir mewah di halaman rumah. Kita tak perlu mengeluh atas apa yang kita miliki, meski itu hanya sederhana. Sesederhana motor tua yang setiap kali berjalan hanya ratusan kilometer sudah harus mogok di tengah jalan. Kita juga masih harus tersenyum dengan hal itu. Karena apa? Karena seharusnya kita masih bisa bersyukur atas nikmat yang sudah ALLAH  berikan. Sekecil apapun nikmat itu di mata kita. Jangan terlalu sering melihat apa yang dimiliki orang lain dan melupakan apa yang sudah kita miliki. Mungkin kita berfikir, yang kita miliki tidaklah semenarik milik orang lain. Tapi sadarkah kita? Ketika kita menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi milik kita, dan membiarkannya begitu saja. Jangan salahkan siapapun ketika apa yang kita miliki telah hilang. Boleh jadi karena di ambil orang atau kembali kepada sang Pencipta.
     Hidup bukan tentang terus-menerus mengejar duniawi untuk mendapatkan kemewahan berlimpah, tapi bagaimana kita mampu menikmati hidup dengan cara sederhana tapi berbekal makna dan tujuan sebenarnya untuk tabungan ke akhirat. Agar ketika kita berpulang kepada Yang Maha Kuasa, tidak ada penyesalan yang tertinggal. Karena kita sudah hidup sebaik-baiknya. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, belajarlah untuk lebih bersyukur atas kehidupan ini bagaimana pun keadaanmu. Karena ALLAH punya rencana yang lebih indah. Bersabarlah, maka kau akan rasakan manis nya buah dari kesabaran.
     Berawal dari hal terkecil yang bisa kamu lakukan untuk kebahagiaan hidupmu adalah tersenyum. Cintai dirimu dan hidupmu, maka kau akan lebih menghargai kehidupan. Tidak ada yang salah dari apapun yang terjadi dalam hidup, karena semua memberikan pelajarannya masing-masing. Kesedihan, kekecewaan, pengkhianatan, cinta terpendam, kesusahan, kebahagiaan, pengorbanan, dan perjuangan, atau apapun hal lain yang sedang atau sudah kau rasakan adalah bentuk dari sebuah pendewasaan. Itu adalah cara untukmu berfikir, bahwa ALLAH memberikan nikmat untukmu bersyukur dan memberikan cobaan untukmu selalu memohon dan mendekatkan diri padaNya. Cukuplah ALLAH sebagai penolong dan pengharapanmu. Mintalah hanya kepada-Nya dan mohon ampunlah atas segala dosa yang mungkin saja pernah kau lakukan.
"Hai orang-orang beriman mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat" (Q.S Al-baqarah: 153)
     Jadi, bahagia itu sederhana saja. Cukup tersenyum, bersyukur, sabar, dan shalat. Mungkin terlihat sulit karena kita tidak melakukannya. Tapi, berhentilah berfikir bahwa kamu tidak bahagia. Lakukan yang semestinya, maka bahagia itu sangatlah sederhana.