Senin, 28 Desember 2015

Jaga dan Lestarikan Alam Kita

     Setiap orang menyukai keindahan dan tempat yang menyenangkan untuk berlibur, atau sekedar ingin menghabiskan waktu dengan orang-orang yang disayanginya. Banyak tempat wisata yang menjadi tujuan, seperti tempat-tempat bersejarah, pantai, taman, gunung, hutan, dll. Semua orang akan merasa senang dan mengabadikan moment indah itu dengan caranya masing-masing. Tapi bagaimana jika keindahan yang seharusnya dijaga dan dilestarikan malah jadi rusak karena ulah para pengunjung yang tidak tau aturan dan tidak bertanggung jawab ?
     Begitu banyak kejadian yang kita lihat akhir-akhir ini di sosial media. Berapa banyak pendaki yang salah mengartikan perjalanan nya sebagai ajang ikut trend, bukan untuk mawas diri, memahami bahwa kita dan alam harus hidup berdampingan, dengan tindakan memalukan seperti menumpuk sampah di gunung yang bisa mencemari alam dan membuat kerusakan. Ketika kita mampu membawa carier yang begitu berat, apa salahnya membawa sampah ringan ikut bersama kita saat naik dan turun. Mungkin sampah yang ringan dan kecil dianggap sepele, tapi ketika hampir seluruh pendaki berfikir seperti itu bagaimana jadinya ? Sampah yang tadinya ringan akan menjadi berat dan menumpuk sehingga mencemari lingkungan. 
     Di lain hal, kita juga tau bahwa ada sekelompok orang atau lebih tepatnya remaja yang mau eksis dengan cara yang salah. Mereka berfoto untuk mengabadikan moment bermain di taman dengan bunga-bunga yang indah tapi malah merusak bunganya karna terinjak-injak oleh kaki mereka. Ketika kita ingin melakukan sesuatu hal berfikir lah dulu. Untuk beli bunga yang indah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Ini bukan hanya masalah pemerintah, tapi masalah kita bersama. Kalau kotanya indah, sudah pasti yang bangga masyarakatnya juga, bukan.
     Dan beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu, 26 Desember 2015 bertepatan dengan 11 tahun Tsunami, ada kejadian jembatan runtuh di area Hutan Kota Langsa, Aceh. Masalah ini di karenakan kapasitas yang berlebihan. Jembatan yang seharusnya hanya menampung 40 orang, di lewati lebih dari 60 orang. Terlalu banyak orang yang ingin berfoto sehingga membuat kemacetan di sepanjang jembatan. Karena jembatan yang tidak kuat menampung kapasitas yang berlebihan jadilah ia runtuh dan rusak. Seharusnya kita bisa lebih pintar dalam menikmati tempat wisata dan keindahan alam. Tidak ada salahnya mengabadikan moment. Tapi berfikirlah bijak sebelum bertindak. Jembatan yang tadinya sudah menjadi salah satu ikon di Hutan Kota yang sudah bisa kita nikmati dan jaga bersama agar bisa di nikmati oleh semuanya malah harus rusak karena ulah kita sendiri. Jadilah mengulang kerjaan yang sudah selesai. Ini juga akan menghabiskan waktu dan biaya lagi untuk memperbaikinya. Dan bukan dalam jumlah yang sedikit. Mungkin untuk sebagian orang berfikir ini adalah musibah. Benar, ini adalah musibah. Tapi alangkah lebih baik jika kita bisa berfikir lebih jauh untuk menghindari musibah itu terjadi. Pabila kita tilik lagi, pasti banyak pengunjung yang mengalami kerugian karena handphone nya yang terjatuh ke dalam air dan mengenai keselamatan dan kondisi mereka.
     Kemanapun kita pergi untuk berlibur atau sekedar menghabiskan waktu dengan orang-orang yang kita sayangi, jangan pernah membuat kerusakan baik itu di taman, gunung, bahkan hutan, dan lain-lain. Karena akan merugikan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Jaga dan lestarikanlah alam dan berbagai tempat wisata agar bisa dinikmati tidak hanya untuk generasi kita tapi hingga anak cucu kita nantinya. Bagaimana jadinya jika keindahan itu tidak lagi bisa dirasakan. Sungguh sangat menyedihkan. Be smart love, guys. Ketika kamu mencintai alam dan keindahannya, cintai juga dirimu dan lingkunganmu agar tidak terjadi kerusakan yang bisa membuat semuanya tercemar sehingga bisa dinikmati bersama-sama. Jangan bangga ketika kamu bisa mem-posting berbagai tempat indah diseluruh Indonesia dan sudah merasa ikut trend yang lagi hits tapi tidak mampu menjaga dan melestarikannya.Karena yang keren itu menjaga bukan merusak. Cintai alam, cintai dirimu, dan cintai lingkunganmu!! Salam lestari


Sabtu, 26 Desember 2015

Rasa butuh Logika

     Setiap orang memiliki perasaan, baik itu cinta, kasih dan sayang. Perasaan itu bisa di tujukan kepada siapa saja yang memiliki arti bagi kita. Kita terus berjuang untuk mereka bagaimanapun keadaannya. Namun, bagaimana ketika perasaan tak bisa di ungkapkan? Atau lebih tepatnya malu dan sulit untuk dikatakan. Apakah kita harus terus memendam, diam, dan menikmati segala kebisuan yang meradang? Menurutku tidak!
     Perasaan bukanlah suatu hal yang bisa disalahkan. Kepada siapapun kau jatuh cinta, kau akan jatuh tanpa perlu melihat kebenarannya. Karna sejatinya memang tak ada yang salah ataupun benar. Ketika seseorang jatuh cinta pada sahabatnya, atau siapapun yang sudah begitu dekat dengannya, ia akan malu untuk mengatakan yang sebenarnya karna mengungkapkan perasaan bukanlah perihal menyenangkan ketika tak disambut pemiliknya. Ada banyak hal yang harus kau pertaruhkan untuk kejujuran ini. Tidak semua orang mampu melakukannya. Kau harus siap mendengar pernyataan bahwa ia tidak memiliki rasa yang sama untukmu, atau bahkan mengabaikanmu, dan semuanya akan berubah seketika. Seberapapun kau dekat dengannya, mengetahui segala tentangnya, dan sudah melewati begitu banyak waktu bersamanya. Bukan berarti kau bisa memaksakan perihal hatinya. 
     Perasaan seseorang tak pernah bisa di paksa. Ia tidak memilih kepada siapa ia akan jatuh cinta. Tapi ketika ia sudah jatuh, ia akan berjuang untuk seseorang yang sering kali sedang memperjuangkan seseorang yang lain. Seperti yang ku sampaikan di awal, perasaan tak pernah bisa disalahkan. Hanya saja, kadang kita jatuh di waktu dan orang yang tidak tepat. Mungkin inilah pelajaran untukmu yang sibuk memperjuangkan orang lain sementara di belakangmu, ada dia yang senantiasa menunggu tanpa pernah mengeluh atau bahkan meninggalkanmu. 
     Menurutku, diam bukanlah hal yang tepat ketika kau sudah berjuang terlalu jauh untuk orang yang sama sekali tidak melihat usahamu. Kau harus punya keberanian untuk menyampaikan padanya bahwa rasamu pantas untuk di hargai. Agar kau mampu mengambil sikap untuk melangkah atau berhenti. Tidak harus malu atau ragu untuk menyampaikannya, karena menurut hematku kejujuran adalah hal yang terlihat kecil padahal berpengaruh sangat besar. Karena hal terburuk yang bisa kita lakukan adalah berbohong pada diri sendiri. Ketika rasamu tidak disambut, berhentilah. Jangan pernah berfikir suatu saat nanti ia akan punya perasaan yang sama untukmu dan kau terus berjuang untuknya. Kau juga berhak untuk dicintai, akan sangat sia sia ketika kau menua hanya dengan sebuah pengharapan yang kau ciptakan sendiri. Bukalah hatimu untuk cinta yang baru, meski itu juga butuh waktu. Tapi setidaknya, kau tidak lagi berharap pada seseorang yang tidak mengharapkanmu. 
     Kalaulah kau begitu menyayanginya dan ingin hidup bersamanya. Ingatlah masih ada Tuhan dalam hidupmu. Cukuplah beri pengharapan pada Sang Maha Pencipta, karena Dia-lah yang menentukan segalanya. Karena yang paling mengecewakan adalah ketika kau berharap pada manusia. Allah maha membolak-balikkan hati manusia. Sampaikan harapanmu pada setiap bait-bait sujud pada Rabb-mu agar do'a-do'a itu menembus langit dan dikabulkan oleh-Nya. Tapi, ketika do'a yang kau sampaikan tak sesuai keinginan, maka percayalah rencana Tuhan jauh lebih baik dari inginmu. Berdo'alah yang baik-baik karena kebaikan itu akan tetap sampai kepadamu meski bukan dengan orang yang namanya sering kau sebut dalam permohonan pada Rabb-mu.  
     Pada akhirnya, kau akan menyadari bahwa rasa adalah anugerah yang diberikan Tuhan dan harus disampaikan meski tak di hargai atau bahkan terabaikan. Memendam hanya akan membuatmu sakit dan terluka, ketika ia tak pernah tau akan rasamu. Rasa juga butuh logika. Agar kau tidak jatuh berkali-kali pada orang yang sama dengan perasaan menyakitkan. Kau akan terlihat sangat menyedihkan. Kau tak bisa berpura-pura buta untuk hal yang sudah terlihat nyata. Kadang kau terlalu sibuk berjuang untuk orang lain, hingga lupa membahagiakan dirimu sendiri. Jangan lupa bahagia, banyak orang yang membutuhkan senyummu😊