Minggu, 08 Februari 2015

Aku dan Kotaku


          Ini adalah waktu liburan dan lebih tepatnya libur panjang. Aku tak pergi berlibur ke luar kota. Kali ini sepertinya memang tak ada liburan. Hari-hariku hanya di habiskan di rumah dan sesekali keluar untuk keperluan atau sekedar mencari angin segar. Liburan kali ini memang tak terlalu menyenangkan. Tapi ada beberapa hal yang setidaknya membuatku tak kesepian. Aku punya banyak waktu dirumah bersama keluarga dan di akhir pekan kami menyempatkan untuk jalan-jalan menikmati panorama dan pesona di kota kecilku ini.

          Kota ini punya terlalu banyak cerita. Mulai dari aku lahir, masa kecilku,remajaku, hingga aku mulai beranjak dewasa semua ku habiskan di kota ini. Aku lahir dari keluarga sederhana dengan orang tua hebat yang begitu peduli dan menyayangi anaknya.

          Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak kecil ayahku sering mengajak kami menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Dan kebiasaan itu masih terlaksana hingga saat ini dan seterusnya. Keluarga punya peranan dan arti penting buatku. Tanpa mereka aku tak pernah mengerti apa arti hidup. Tak pernah tau bagaimana bersikap dan berinteraksi yang baik dengan orang lain. Keluarga mengajarkan begitu banyak pelajaran penting dalam hidup. Terutama orangtua. Mereka tak pernah lelah menasehati dan memberi solusi untuk urusanku. Aku sangat bersyukur di lahirkan dari keluarga ini. Dari seorang ibu yang mampu mengerti anaknya dan memahami setiap keluhannya tanpa pernah berfikir untuk mengabaikannya sedikitpun. Dan dari seorang ayah yang bertanggung jawab dan tak pernah lelah berjuang untuk keluarganya. Ayah adalah sosok lelaki terhebat dan terkuat yang pernah kumiliki. Aku belajar banyak darinya.

          Di kota ini telah tercipta banyak kenangan. Kota kecil dengan sejuta impian di dalamnya. Tidak ada yang terlalu mewah di kota ini. Hanya terdapat beberapa bangunan yang tidak terlalu tinggi seperti di ibukota. Penduduk yang masih identik dengan ragam budaya dan adat istiadatnya. Terdapat berbagai suku di kota ku ini. Namun semua bisa beriringan tanpa ada perselisihan.

          Disini tidak ada mall atau tempat hiburan malam seperti diskotik. Hanya sekedar tempat karokean, kafe, resto, yang dipenuhi para muda-mudi yang merasa penat dengan kesehariannya, serta warung kopi untuk para lelaki paruh baya dan terkadang para remaja bahkan wanita juga ikut menghabiskan waktunya untuk menyeduh segelas kopi dan menonton siaran pertandingan sepak bola atau sekedar saling berbagi cerita. Terkadang, ada juga hiburan pasar malam yang menyediakan berbagai produk sandang dan pangan. Atau sekedar menikmati bandrek di pinggir lapangan dan melihat orang-orang menaiki becak hias.
          Ketika aku masih berumur 10-15 sering di adakan konser para band ibukota disini. Seperti Ungu,Sheila On 7, Seventeen, Armada, dan beberapa lainnya yang tak begitu kuingat namanya. Itu menjadi salah satu hiburan masyarakat, namun saat ini tak pernah lagi diadakan. Ada tempat lain yang sejak dulu juga menjadi tujuan masyarakat untuk mengunjunginya. Kuala Langsa. Ini adalah salah satu tempat favorit aku dan keluarga sejak kecil. Disini terdapat wisata alam seperti hutan bakau dan laut lepas. Kita juga bisa menemukan banyak ikan segar di sini. Beberapa penduduk Kuala ini menjual hasil pencahariannya disini.

          Hutan bakau menjadi destinasi tempat paling banyak di kunjungi saat ini. Kita bisa berjalan sepanjang kurang lebih satu kilometer di sebuah jembatan sambil menikmati pemandangan hutan bakau di sekelilingnya dan sebuah menara agar bisa melihat keseluruhannya. Ini juga salah satu tempat yang memiliki spot bagus untuk photography. Kita juga bisa menikmati jagung bakar dan mie kepiting di Kuala Langsa ini sambil menikmati panorama laut dan udara yang cukup menenangkan. Kita bisa melihat boat para nelayan atau kapal besar di laut itu. Pemandangan yang cukup indah bagi penikmatnya.

          Sepertinya aku lupa satu hal. Ada satu tempat yang sering juga sering aku kunjungi bersama keluarga sewaktu kecil. Bambu Runcing! Yaa, sebuah taman di pinggir kota yang dulunya cukup terawat seperti adanya kolam air pancur, taman yang indah, beberapa ayunan, ukiran dinding, dan tentunya bambu runcing yang berdiri kokoh di tengahnya. Bahkan ketika aku kecil, ada seorang photographer yang menyediakan jasa nya untuk mengabadikan momen bersama teman atau keluarga. Kita juga bisa menyantap kuliner dan jajanan di pinggir kota. Itu sungguh sangat menarik dan menyenangkan. Kelihatannya pemerintah kota sedang memperbaiki kembali keadaan taman kota tersebut agar terasa hidup kembali. Semoga saja tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menyelesaikannya.

          Tak terasa waktu liburanku telah habis. Aku sudah harus kembali dengan rutinitas seperti biasa dengan segala kesibukan di dalamnya. Aku harus lebih semangat kali ini, untuk impian besar yang harus ku gapai di depan sana. Tak boleh lagi menyiakan waktu tanpa usaha meski sekecil apapun. Tetaplah bermimpi walau kau berfikir itu tak akan mungkin. Karna tak ada usaha yang sia-sia dan hasil yang besar di mulai dari langkah yang kecil. Teruslah bersemangat mengejar impianmu!



*bandrek : minuman air jahe dan beberapa rempah lainnya yang menghangatkan tubuh
*destinasi : tujuan
*spot : tempat
*photography : pemotretan
*photografer : juru potret



Tidak ada komentar:

Posting Komentar